1. Rumah Sakit Indonesia di Gaza

    REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Relawan MER-C yang saat ini bertugas mengawal pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Jalur Gaza, Palestina, pantas bersyukur karena progres pembangunan rumah sakit tersebut telah mencapai 97 persen.

    “Alhamdulillah, segala puja dan puji hanya milik Allah SWT semata. Jika Allah berkehendak sesuatu terjadi, maka akan terjadi meskipun seluruh alam semesta menentangnya. Demikian juga, jika Allah berkehendak tidak terjadi terhadap sesuatu, maka tidak akan terjadi. Walaupun seluruh makhluk dan alam semesta berhimpun untuk menjadikannya,” ujar Ketua MER-C Gaza, Abdillah Onim, Rabu (21/3).

    Dalam surat elektroniknya, Dillah mengatakan pekerjaan Tahap I RSI di Gaza kian mendekati akhir. Pada Selasa, (203) kemarin, pengecoran lantai tiga menandai semakin dekatnya penyelesaian Tahap I ini. “RSI Gaza berbentuk segi delapan yang terinspirasi dari Masjid Qubbah Sakhra di Al-Quds,” ujarnya.

    Rasa haru dan bahagia tampak di wajah setiap relawan Indonesia. Haru karena mimpi itu menjadi nyata. Bahagia karena Allah memberikan kesempatan dan pertolongan kepada para relawan untuk beramal saleh dan turun langsung menjalankan amanah yang begitu besar ini.

    Lebih dari satu tahun para relawan ini meninggalkan tanah airnya, meninggalkan pekerjaan dan keluarga mereka untuk menunaikan amanah di pundak mereka. “Subhanallah, dengan izin Allah semata, para relawan yang dhaif (lemah) ini bisa mengatasi berbagai masalah yang ada satu per satu,” kata Dillah.

    Dillah mengatakan, waktu berlalu terasa begitu cepat sejak ide ini dilontarkan sekitar tiga tahun lalu. Tidak terbayang akan menjadi kenyataan. Namun, berkat pertolongan Allah sajalah semua ini bisa terlaksana. Kegigihan para relawan MER-C mulai dari memunculkan ide, proses perencanaan, hingga proses pelaksanaan di lapangan, semuanya hanya karena Allah semata.

    Terlebih lagi rakyat Indonesia, yang mendukung penuh pembangunan RSI Gaza, dengan menyumbangkan rupiah demi rupiah untuk saudara mereka di Palestina. Walaupun terkadang mereka sendiri membutuhkan bantuan, kata Dillah, tapi kecintaan mereka terhadap sesama, mendahulukan kepentingan yang paling membutuhkan menjadikannya sebuah kekuatan yang begitu dahsyat. Jika rakyat sudah bersatu padu, maka rintangan apa pun akan mudah dihadapi.

    Dengan dibangunnya RSI ini, nama Indonesia pun menggema di setiap sudut kota Gaza. Jika rakyat Gaza bicara tentang Indonesia, maka yang terlintas adalah jumlah Muslim terbesar di dunia. Rakyat Gaza sangat berterima kasih kepada rakyat Indonesia atas bantuan yang tak ternilai harganya ini.

    RSI merupakan bangunan pertama di Gaza yang dibangun dari nol sejak agresi Israel kawasan pesisir itu pada 2008-2009 lalu. Bentuknya yang unik, dan desainnya yang ‘asing’ menjadikan RSI sebagai bangunan terunik di Gaza.

    Menurut Dillah, tidak pernah ada bangunan seperti ini sebelumnya di Gaza. Bahkan, setiap orang yang datang melihat terheran-heran. “Bangunan apa ini? Kokoh sekali? Bagaimana mereka membuatnya? Tidak ada bangunan seperti ini sebelumnya di Gaza,” ungkap mereka penuh keheranan.

    (Source: republika.co.id)

     
  2. Fakta mengenai Industri dan bisnis Rokok diIndonesia, Penetrasi Rokok dalam masyarakat Indonesia.

    Dalam Konferensi Dunia untuk Tembakau 2010 Koresponden Christof Putzel pergi menyelinap dan melakukan pembicaraan dengan karyawan perusahaan tembakau. Ia juga melakukan wawancara dan investigasi langsung mengenai bocah perokok terkecil di Dunia serta memaparkan mengenai fakta-fakta cengkraman bisnis tembakau global dan Indonesia.

    Disharing oleh Yayasan Jantung Indonesia melalui Komisi Nasional Pengendalian Tembakau serta Current TV untuk Kepentingan Edukasi mengenai bahaya Rokok

    Tamparan keras untuk Indonesia yang indah. Malu? Berhentilah merokok. Tidak malu? Mari kita bersama-sama berdoa, semoga tak ada lagi perokok aktif dan perokok pasif di muka bumi. Mustahil? Mati sajalah kau perokok dan produsennya.

     
  3. In this Visibly Smart film a group of young Indonesian artists known collectively as the ‘Jogja Hip Hop Foundation’ presents Indonesia in a new way. Through the eyes of a young, urban, optimistic, and culturally proud music generation we see a fascinating and fresh fusion of old and new Indonesia. The JHF are inspired by and often use traditional Javanese poetry for themes and lyrics as well as traditional gamelan sound. They then mix it with modern hip hop beats, rhythms and sensibilities. The film shows how the computer helps them produce and distribute their music, videos, and related band information to their fans in Indonesia and beyond. Turn up your speakers and enjoy.

     
  4. Iran Katakan Indonesia Bisa Menjadi Pelopor Negeri Muslim

    Jakarta (ANTARA News) - Menteri Koperasi, Tenaga Kerja, dan Sosial Republik Islam Iran Abdoreza Sheikholeslami menyatakan bahwa Indonesia bisa menjadi pelopor kemajuan negeri-negeri Muslim lain.

    Bahkan (bisa menjadi pelopor kemajuan) dunia ketiga,” katanya saat menyambut Menteri Sosial Republik Indonesia Salim Segaf Al Jufri yang berkunjung ke Iran, seperti disampaikan Tenaga Ahli Menteri Sosial bidang Tata Kelola Pemerintahan dan Kehumasan Sapto Waluyo saat menghubungi ANTARA dari Teheran, Jumat pagi.

    Untuk itu, kata dia, Republik Islam Iran siap bekerja sama dalam mengembangkan pembangunan sosial agar kemajuan dunia lebih merata.

    “Sehingga, tidak hanya dimonopoli negara-negara tertentu yang menyebut dirinya maju,” kata Abdoreza.

    Menteri Koperasi, Tenaga Kerja dan Sosial Republik Islam Iran itu juga menyatakan Indonesia adalah negeri Muslim terbesar di dunia dengan potensi sumberdaya alam dan manusia melimpah.

    Kementerian yang mengurus Kesejahteraan Sosial di Iran bekerja satu atap dengan bidang Koperasi dan Tenaga Kerja, sehingga kementerian itu yang menjadi mitra Kemsos RI.

    Mensos Salim Segaf menyambut pengakuan dan tawaran mitranya itu. “Iran juga dikenal sebagai bangsa besar dengan peradaban maju sejak ratusan tahun lalu, sebagaimana Indonesia memiliki sejarah peradaban besar,” katanya. 

    Menurut dia, kedua negara berpotensi menjadi pelopor perubahan dunia seperti negara Eropa dan Amerika, jika dapat mensinergikan sumberdaya yang ada. Masyarakat Iran dikenal memiliki kemandirian, rakyat Indonesia memiliki kesetiakawanan sosial (gotong royong). 

    “Di atas nilai itu, kita meraih kemajuan dan kesejahteraan,” kata Mensos.

    Iran yang berpenduduk 75 juta orang memiliki anggaran negara 150 miliar dolar AS, di mana seluruh penduduknya mendapat jaminan kesehatan, sementara warga kurang mampu mendapat bantuan sosial dan pinjaman modal.

    Bantuan diselenggarakan instansi pemerintah dan lembaga swasta semacam IKRF (Imam Khomeini Relief Foundation) yang sangat berpengaruh karena berada di bawah kendali Pemimpin Tertinggi/Kepala Negara Ali Khamenei.

    Kementerian Sosial RI telah menandatangani nota kesepahaman dengan IKRF dalam bidang kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.

    Sebab, di Indonesia tidak ada lembaga kemanusiaan yang berada di bawah kendali Kepala Negara, maka kerja sama dengan IKRF harus melalui lembaga kemanusiaan (organisasi sosial) yang diawasi Kementerian Sosial.

    Delegasi Indonesia yang berkunjung ke Iran terdiri atas Sekjen Kemsos Toto Utomo BS, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Andi Zainal Abidin, Dirjen Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Makmur Sunusi dan Staf Khusus Mensos Musholi sempat mengunjungi pusat bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi mikro, dan panti sosial yatim berstandar internasional.

    (Source: antaranews.com)

     
  5. Indonesia, peduli?

     
  6. Aksi?

    Hem, baca tulisan-tulisan orang tentang aksi bakar diri Sondang, jadi pengen ikut nulis juga.

    Sebenarnya lebih ingin membuat kita semua lebih berfikir lebih lanjut, yang seharusnya ditindaklanjuti dengan serius itu yang mana sih? Yang bakar diri lalu jadi gosong, atau yang seperti ini:

    Para pelajar Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa dan negara di ajang olimpiade matematika. Tim Indonesia yang pertama kali bergabung berhasil meraih 1 emas, 1 perak dan 2 perunggu pada China Western Mathematical Olympiad (CWMO) yang diselenggarakan di Taiyuan, China pada 26–31 Oktober 2010.
    sumber 

    atau yang ini nih

    Tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) berhasil meraih nilai tertinggi, sehingga meraih gelar juara umum) untuk level junior dalam ajang The Fourth International Young Mathematics di India yang berlangsung 2-5 Desember 2010.
    sumber

    atau ibu yang satu ini nih

    Perjuangan Lulut Sri Yuliani (46), warga Rungkut, Kota Surabaya, untuk melestarikan hutan bakau di kawasan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya) beroleh apresiasi dari pemerintah pusat. Pada peringatan Hari Lingkungan Sedunia, ibu satu anak ini mendapat penghargaan Kalpataru 2011 kategori perintis lingkungan.
    sumber 

    Dan maaasiiih banyak lagi orang-orang di dalam tanah air kita tercinta ini yang justru mengharumkan Indonesia sendiri, tanpa ada embel-embel mengeluh, memprotes, omong semata, tapi mereka berbuat. AKSI loh, bukan sok aksi.

    Saya sendiri juga masih banyak omong. Belum berbuat banyak. Tapi ayolah, sama-sama, kita berbuat. aksi, bukan sok aksi.
    :)

    *dan saya juga sebenarnya ingin berpesan pada media massa untuk tidak terlalu membesar-besarkan masalah yang “oh well, masih ya dibahas?. Bahkan terkesan buruknya terus yang dikeluarkan. Padahal banyak lho sisi baik dari negara ini yang paling ngga, porsinya bisa lah ya diseimbangkan dengan yang buruk. Will you?*

     
  7. Psychology in National Gathering (PING)

    Psychology in National Gathering (PING) adalah salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. PING ini merupakan kegiatan yang menghimpun mahasiswa-mahasiswa Psikologi Indonesia untuk berpartisipasi memberikan kontribusi aktif kepada masyarakat. Bentuk kontribusi tersebut dirancang dengan melaksanakan sebuah acara yang berbentuk kompetisi, konferensi dan seminar dengan tema Mental Health, serta menyelenggarakan wisata Bandung dengan tujuan memperkenalkan kota Bandung pada peserta.

    Untuk info lebih lanjut, klik di sini :)
    gabung juga di grup facebooknya

     
  8. Terima kasih kepada Egi Melgiansyah, Kurniawan Meiga, Abdul Rachman, Gunawan Dwicahyo, Ferdinand Sinaga, Patrick Wanggai, Titus Bonai, Diego Michiels, Oktovianus Maniani, Yongki Aribowo, Andritany Ardhiyasa, Hasyim Kipuw, Hendro Siswanto, Jajang Sukmara Septia Hadi, Yericho Christiantoko, Andik Vermansyah, Mahadirga Lasut, Rizky Ramdani, Stevie Bonsapia, Lukas Mandowen dan sederet nama lainnya yang sudah menjalankan misi seoke-okenya. kalian keren!
    — salam bangga dari kami, rakyat Indonesia :)
     
  9.  
  10. The Colorful Art Of Batik

    Batik is the process of creating intricate patterns on textiles with wax-resistant dyes. There seems to be some controversy surrounding the origins of the technique but according to the Wikipedia article discoveries showed it already exists in the Middle East, India and Central Asia over 2000 years ago. In Java, Indonesia, batik predates written records, but some experts argue that the technique might have been introduced during the 6th or 7th century from India.

    read more

     
  11. beingindonesian:

2 October, Happy National Batik Day, Indonesia.

    beingindonesian:

    2 October, Happy National Batik Day, Indonesia.

    (Source: beingindonesian)

     
  12. Malu Dong!

    Namanya Rahmat, bocah SMP yang biasa-biasa saja. Ia anak pertama dari dua bersaudara. Ia tinggal dengan ibu dan adik perempuannya di rumah sangat sederhana di sebuah kampung sudut kota Jakarta Raya yang megah. Ayahnya sydah lama meninggalkan Rahmat sejak ia di kandungan, orangtuanya bercerai. Karena itulah sama sekali ia belum pernah menemukan sosok ayah di hidupnya. Karena itulah juga, otomatis ibunya yang menjadi penanggung jawab di rumah.

    Ibunya, Suhartini hanya bekerja sebagai buruh cuci untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari dan kerja serabutan lain demi anak-anaknya bisa hidup lebih baik.

    Rahmat, walaupun secara fisik ia sedang menginjak masa remaja, tetapi jiwanya sudah beranjak dewasa. Ia memutuskan untuk menjadi seorang penyemir sepatu di jalanan. Dari pagi sampai malam ia habiskan di sudut-sudut kota mencari pelanggan untuk jasa semir sepatunya. Tapi tak lupa ia juga berangkat sekolah seperti biasa, menuntut ilmu. Selesai menyemir sepatu, hasilnya ia serahkan kepada ibunya untuk membantu memenuhi kebutuhan dan tabungan bagi adiknya yang akan masuk Taman Kanak-Kanak.

    Biar bagaimanapun juga, Rahmat adalah seorang anak yang punya cita-cita, ingin jadi pemain sepak bola katanya. Demi mewujudkannya, ia selalu berlatih di sebuah sekolah sepak bola di Lapangan Banteng. Biayanya ia dapatkan dari hasil menyemir sepatu yang ia sisihkan.

    Andaikan keadaan bisa lebih baik lagi… Ia menginginkan seperti itu, dengan mata berkaca-kaca dan sesekali terisak. Tapi daripada harus tinggal dengan ayah yang meninggalkannya dan membuat keadaan lebih buruk, ia memilih untuk hidup seperti ini saja, bersama ibu dan adik kecilnya.

    ——-

    Namanya Yani, sebut saja begitu. Ia adalah salah satu bocah pengulit kerang hijau di utara Jakarta. Selain sekolah, sehari-hari ia habiskan untuk menguliti kerang hijau bersama puluhan ibu-ibu.

    “Uangnya buat beli buku.” lawabnya pelan sambil tangannya terus sibuk memisahkan kulit dan daging kerang ke wadah yang berbeda. Katanya, ia mau jadi dokter nantinya. “Tapi kalo jadi nelayan ya juga ngga papa.” lanjutnya.

    Namun, hasil kerang hijau yang didapatkannya sekarang tidak sebanyak dulu. Ini gara-gara limbah pabrik-pabrik besar di pinggiran pantai, ibu di sebelah Yani berujar demikian. Saat air pasang, mulailah pihat-pihak tidak bertanggungjawab membuang limbah penuh bahan kimia berbahaya ke lepas pantai. Membuat tambak-tambak nelayan tercemar dan kerang hijau pun banyak yang gagal panen. Kalau dulu sekali panen dalam satu tambak bisa mencapai sekitar seribu ember, sekarang sekitar duapuluh tambak yang rusak, bayangkan saja berapa kerugian yang dialami.

    “Saya ngga tahu lagi mau bilang apa. Mereka ngga peduli sama keadaan kita orang kecil, orang miskin.” ujar sang Ibu sambil terisak.

    ——

    Miris. Sedih. Tapi sejujurnya, mereka adalah moodbooster saya. Saya selalu malu melihat mereka, di sama, berjuang terus di tiap detik kehidupannya. Kedewasaan, kegigihan, semangat, semuanya, saya kalah, nol besar. Padahal saya sudah sebegininya, masih saja menuntut sana sini.

    Keinginan saya belakangan ini makin aneh-aneh. Saya pengen beli ini beli itu, keluar negeri, jalan-jalan ke tempat yang belum pernah saya kunjungi, bersenang-senang, atau sekedar keluar dari pulau Jawa. Agaknya, saya tertular dan pengen ikut-ikutan dengan lingkungan yang ujug-ujug satu per satu teman-teman saya pergi ke sana sini, negara itu, kota ini, provinsi sana, tempat wisata situ. Ngiri sih, sambil terus berandai-andai dan merengek kapan saya bisa ke sana.

    Tapi ya itu. Mungkin saya belakangan ini terlalu sering mendangak ke atas dan teruuuuuuuusss pengen ini pengen itu, merengek penuh harap. Meskipun cuma impian dan rengekan sesaat, tapi kalau saya melihat sosok seperti Rahmat atau Yani, saya jadi malu sendiri. Sekecil itu mereka sudah banting tulang setiap hari. Sedangkan say? Ah ya lah, saya benar-benar nol besar. MALU. Dan melihat ke bawah juga selalu dapat pelajaran yang lebih baik kok.

     
  13. ayo teman kita follow @Kanesia_ di twitter untuk lebih tau banyak tentang budaya indonesia dari berbagai sisi :)
     
  14. proud to be indonesian. always

    proud to be indonesian. always

    (Source: rahmarvellous.deviantart.com)

     
  15. Mohon diforward sampe mentok, ReTweet, Tag di FB, Reblog, ajak temen, kerahkan semuanya, jangan mau kalah sama Filipin dan AS yg didukung oleh Presiden dan Publikasi media yg berlebihan!

    JANGAN HANYA JAGO BUAT TRENDING TOPICS DI TWITTER AJA, TAPI HARUS JAGO UNTUK MEMBUAT TAMAN NASIONAL KOMODO

    MENJADI KEAJAIBAN DUNIA BARU YANG RESMI.

    Ia telah menyisihkan 440 nominator lainnya, dan skrg bersaing ketat dgn 28 finalis lainnya (termasuk Grand Canyon, Laut Mati, Amazon, dll).

    VOTE KOMODO NATIONAL PARK DIHTTP://WWW.NEW7WONDERS.COM/N7W.

    Sekarang posisinya menyedihkan, ranking 28. So please, please vote for this real Jurassic park ever in the world!!

    Taman Nasiona Komodo hanya bergantung pada vote kita untuk bisa menjadi keajaiban dunia baru yang terpilih tanggal 11/11/2011 nanti. Pengumuman “The New 7 Wonders of Nature” akan disiarkan LIVE dari ke-7 tempat pemenang ke seluruh negara pada tanggal11/11/2011.

    50jt pemakai internet di Indonesia yang berpartisipasi bisaa mewujudkan hal ini. Mari dimulai dari diri sendiri.

    AYO KAWAN, KLIK DAN VOTE!

    JANGAN BIARKAN USAHA BERTAHUN-TAHUN INI SIA-SIA!

    BUKTIKAN KITA BISA!

    THE POWER OF INDONESIA!

    Vote Komodo National Park As A New 7 Wonders of Nature!

    VOTE HERE!