"Terkadang, ah bahkan terlalu sering seorang manusia bergantung ke manusia yang lain. Barulah ketika ia ditinggal atau ditinggalkan, kehampaan serta perih amat terasa. Ia lupa, sungguh terlupa. Bahwa ada yang selalu menemani. Dekat, sangat dekat. Lebih dekat dari yang ia bayangkan. Lebih dekat dari urat nadi lehernya."

— Tersenyumlah. Karena kasih sayangNya, rindu itu selalu ada.

"Dalam jarak ada rindu. Dalam rindu ada kata manis. Dalam kata manis ada aku yang tersedu. Tersenyum dan menitikkan air mata dari kejauhan. Dan kau di sana menyeka lewat doa."

— H-9 menunggu kepulangan

Undangan Pernikahan

Mengadakan suatu acara, apalagi acara pernikahan, tentu tidak lengkap tanpa adanya undangan. Sesederhana apapun undangannya, tentu penting. Di situ tertera berbagai informasi tentang acara yang akan berlangsung. Acara apa, siapa yang menyelenggarakan acara, dimana tempatnya, kapan acara berlangsung, dan lainnya.

Awalnya, dari jauh-jauh hari, saya sudah bersemangat 90 untuk membuat desain undangan sendiri. Lumayan kan ngirit biaya dan tinggal bayar biaya cetak. Saya buat desain yang sesimpel seelegan, dan semanfaat mungkin. Tidak membutuhkan banyak kertas, tapi semua informasi lengkap tersedia. Seperti ini:

image

Kemudian di halaman belakangnya terdapat cover depan (tulisan “Undangan…”), cover belakang (kalender), dan denah lokasi. Semuanya itu kemudian dapat dilipat tiga, dan dijadikan model segitiga sehingga dapat berdiri tegak.

image

image

Tak lupa, terdapat setengah amplop yang menghiasi untuk menuliskan kepada siapa undangan ditunjukkan

image

Tapii, karena satu dan lain hal, desain tersebut tidak bisa saya cetak dan dijadikan undangan resmi. Cukuplah saya edit sedikit dan jadi undangan di dunia maya berikut ini :)

image

Lalu bagaimana dengan desain undangan resminya?
Setelah bertanya dengan sepupu, Mbak Nuke yang sudah melangsungkan pernikahan beberapa bulan sebelumnya, saya pun dapat kontak percetakan undangan. Tempatnya di basement Pasar Tebet, Jakarta Selatan.

Basement? Yakin nih? Mungkin buat yang belum pernah kesana, bingung kali ya. Tapi waktu pertama kali saya kesana (bertualang sendiri naik motor lagi, ngeeng~ hehe), sebagian besar lahan basementnya memang dipergunakan sebagai toko-toko percetakan khusus undangan. Saya aja milihnya sampai bingung. BANYAK BANGET! Harganya juga bersaing, desainnya bagus-bagus. Memang di kalangan pemburu undangan, tempat ini emang udah terkenal banget

Mendapatkan saran dari Mba Nuke, saya dapet kontaknya Pak Muhammad, pemilik percetakan undangan Darussalam. Berikut ini alamat dan kontaknya:

DARUSSALAM PRINTING
Pasar Tebet Barat
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 58-59
Lt. Basement Blok A2, Tebet, Jakarta Selatan
Telp. (021) 9455 8349, 081380283187
Google Maps link

Desainnya seperti apa?
Sesuai dengan tujuan utamanya, desainnya simpel, elegan, dan bermanfaat, kami cari yang seperti itu.

image

image

image

Warnanya broken white & emas, sesuai dengan tema dari acara. Amplopnya berwarna cokelat dengan glitter dan tinta tulisan warna emas. Cover depannya dihiasi gunungan yang ada tulisan inisial R&A, biar kelihatan jawanya hehe. Cover belakang terdapat kalender biar ada manfaatnya, seenggaknya ngga dibuang selama setahun.

Kemudian halaman 1 dibuat dari kertas kalkir dengan hiasan sulur dan tulisan “Rachmah & Arief” di tengahnya. Halaman 2 adalah terjemahan surat Ar-Ruum ayat 21, surat yang sering ada di undangan nikahan hihi. Halaman 3 merupakan isi siapa yang menyelenggarakan acara pernikahan dan jadwal akad nikah, serta jadwal syukuran di halaman 4. Terakhir, halaman 5 berisi terjemahan doa pernikahan HR Abu Dawud & Tirmidzi. Kami sengaja untuk tidak mencantumkan huruf arab pada ayat Al-Qur’an, Hadits, salam, dan basmalah, karena ada kemungkinan undungan ini akan dibuang. Serta halaman 6 yang berisi denah menuju lokasi acara.

Ukurannya cukup besar. 23x17 cm. Harganya? Mehehehe. Setelah tawar menawar sengit dengan bapaknya, kami mendapatkan harga cukup dengan Rp 7.500,- saja sodara-sodara! Itu juga dapat bonus kartu ucapan terima kasih yang biasa disematkan di sovenir acara. Tapi karena harga kertas bisa terus naik, jadi, siap-siap saja dengan perubahan harga yang ada.

Yak. Begitulah cerita tentang undangannya. Silakan jalan-jalan ke Pasar Tebet untuk lihat-lihat langung. Mau pesan desain undangan ke saya? Wih boleh banget juga tuh silakan silakan :D (promosi aja terus haha, seriusan tapi teh)

Halo, Kak.
Sudah sampai di tempat ya? Semoga baik-baik aja ya.
Pagi ini aku bangun tepat waktu lho. Tanpa bunyi alarm hp kakak, tanpa adyang bangunkan. Tadi malam aku juga ngga nangis. Sungguh deh. Mau nangis pun ngantuknya ngalahin banget. Cukuplah kemarin malam aja aku menangis tertidur di pelukan Kakak.

Gimana rasanya tidur semalaman di pesawat? Semoga ngga pusing ya. Ah, ya. Minyak kayu putihnya sampai lupa terbawa. Jangan ngiler. Kalo ngiler, lap dulu sebelum ketauan orang sebelah. Hahaha.

Sehari aja belum selesai. Masih ada 2 minggu lagi. Baik-baik ya di sana. Awas aja kalo banyak lirik-lirik cecewe rok pendek hotpants! Abis kamu di rumah! Hahahaha anyway, I know you won’t :p

Udah deh. Dah, Kak.
Selamat merayakan 17 Agustus di negeri orang.
Berderet doaku untukmu.
Salam juga dari junior, minta peluk dari abahnya, katanya :)

Tags: suratkangen

Memilih Tempat Pernikahan

Sebenarnya ini adalah tahapan paling pertama saat persiapan menikah. Menentukan tempat menikah juga menentukan berapa banyaknya orang yang akan diundang, jumlah makanan, dekorasinya seperti apa, dan lainnya. Terutama yang ingin menikah di luar rumah, seperti aula masjid, aula tempat pertemuan, memesan di awal waktu akan lebih baik.

Persoalan ini terjadi di setiap tahun, terutama di kota-kota besar. Animo masyarakat untuk menikah ternyata besar jugaa alhamdulillah. Maka kita bisa lihat di setiap akhir pekan, gedung-gedung pertemuan yang menyediakan aula, terhiaskan janur kuning dan ramai tetamu.

Pilihan orang untuk memilih menyelenggarakan pernikahan di gedung misalnya karena ingin mengundang banyak orang dan tidak memungkinkan jika dilakukan di rumah. Selain itu juga lebih praktis karena tidak perlu membereskan sendiri hasil kotor-kotor bekas pesta. Selesai acara, tinggal pulang dan istirahat santai.

Saya sendiri yang bertempat tinggal di daerah Cakung, waktu itu mulai mengeksplorasi tempat nikah dari blog-blog, nanya sepupu, teman, sana sini, dan yang terakhir lari sendiri ke TKP. Dari satu gedung ke gedung lain. Hmm..

Beberapa gedung yang sempat saya eksplor adalah:

  1. Masjid Al-Azhar Sentra Primer Cakung, Jakarta Timur
  2. Gedung BKOW, Duren Sawit, Jakarta Timur
  3. Gedung Islamic Center Bekasi

Kami sepakat untuk memilih nomor satu karena beberapa hal yang nanti akan dibahas belakangan.

Untuk nomor 2, tempatnya cukup dekat dengan rumah tinggal saya. Kapasitasnya sebanyak 800 orang. Bisa menambah kapasitas untuk 400 orang, tapi nambah biaya juga. Berikut rinciannya

image

Sedangkan untuk Islamic Center Bekasi, saya jadikan pilihan paling terakhir karena letaknya jauuuh hehe. Tapi harga di sana cukup murah dan bervariasi tergantung besar ruangannya.

Nah untuk Masjid Alazhar Sentra Primer, kami memilih karena beberapa hal berikut ini:

  • Deket bangeet meen. Cuma sekitar 5 menit dari rumah haha. Alamatnya di Jl. Dr. Sumarno Sentra Primer Baru Timur, Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur (depan kantor Walikota Jakarta TImur) Telp. 4801364
  • Kapasitas besar, sekitar 1500 orang
  • Harganya juga terbilang murah untuk kapasitas segitu orang, 6 juta untuk resepsi saja di hari sabtu atau minggu, dan 1,5 juta untuk akad nikah di masjid.

image

Nah, setelah klop dengan tempat, baru deh menentukan tanggal. Ngga enaknya bikin acara di luar rumah itu karena terkadang ngga bisa meyesuaikan keinginan tanggal sama ketersediaan tempat. Tapi berhubung waktu itu saya fleksibel, jadi tinggal cari tanggal yang kosong di bulan apa.

Biasanya tempat akan ramai tag pada bulan setelah ramadhan. Dan akan kosong di tanggal libur seperti hari besar keagamaan (Idul Fitri, Hari Raya Natal).

Kemudian, lihat juga rekanan katering yang bekerja sama dengan gedung. Biasanya kalau sudah rekanan, pihak katering sudah mengakumulasi biaya-biaya seperti listrik dan lainnya. Jadi kita ngga harus bayar perintilan lainnya. Kalau kemarin itu, waktu saya survey pertama kali, saya langsung diberi segepok brosur katering rekanan dari gedung. Bisa langsung ke tahap selanjutnya deh.

Gicu deh pembahasan kali ini tentang persiapan menikah, yaitu tempat. Kalau ada yang kurang jelas, silakan ditanyakan yaa, atau langsung meluncur dan tanya macam-macam ke tempatnya.

Mengurus Berkas Menikah

Huuy assalamu’alaikum! Lama ga nulis di sini. Daripada tak ada guna dan tertinggal debu, mendingan mari diisi dengan hal yang bermanfaat.

Sekarang saya mau berbagi soal serba serbi menikah. Karena beberapa teman sempat bertanya kepada saya, sepertinya akan lebih baik jika hal ini juga dibagikan ke khalayak ramai. Hal pertama yang mau saya bagi adalah soal persyaratan surat-suratan untuk menikah.

Apa sih -_- kenapa jadi surat-suratan? Soalnya dalam hal ini kita emang bakal ketemu banyak banget macem surat, kecuali surat cintah hahaha *ga lucu! Buruan dibahas!*

Jadi, ketika dua orang yang ingin menikah, ga kayak macem candaan yang beredar tuh
“Neng, yuk ke KUA sama abang”
“Daripada abang anter eneng ke mall, mending abang anter eneng ke KUA aja”
Atau lainnya.
In fact, ane ke KUA dianter babeh ane doang naik motor, ngeeeng~

Ga segampang itu men ke KUA. Persiapannya musti matang. Dimulai dari mempersiapkan beberapa berkas dan bertahap. Karena waktu itu saya sendiri yang mengurus semuanya, jadi lumayan tau. Meskipun lewat 4 bulanan udah lupa-lupa haha.

Sebelum mengurus berkas, mari membaca basmalah dahulu supaya lancaar di perjalanan. Aamiin.

Surat Pengantar RT & RW
Nah. Ini tahap pertama yang harus dilakukan.
Kalau temen-temen sering kehilangan KTP, SIM (amit amit), atau mau daftar CPNS, mungkin udah terbiasa lah berurusan sama RT/RW. Segala sesuatu yang bersifat administrasi begitu membutuhkan surat pengantar dari RT/RW. Berkas yang dibutuhkan:

  1. KTP
  2. Kartu Keluarga

Biasanya kita akan dapat surat pengantar dari ketua RT yang sudah ditanda-tangani oleh beliau. Setelah dapat, jangan lupa minta tanda tangan ketua RW juga.
Kalau ada, boleh juga sekalian minta blanko Surat Keterangan Belum Menikah, yang nanti akan dilampirkan juga ke Kelurahan.

Berkas N1, N2 & N4 Kelurahan
Pindah ke kelurahan, silakan bawa berkas-berkas berikut ini:

  1. KTP
  2. Kartu Keluarga
  3. Surat pengantar RT/RW
  4. Surat Keterangan Belum Menikah (untuk yang baru pertama kali menikah), ditandatangani di atas materai 6000

Mengurus berkas di kelurahan menurut saya si terbilang cepat. Ngasih berkas, menunggu sebentar, dan taraa~ selesailah dokumen N1, N2, N4. Juga hanya membutuhkan biaya Rp 25.000,- untuk infaq/shadaqah (emang udah ditetapkan segitu biayanya coy)

Perlu diperhatikan nih. Kedua calon mempelai mau menikah di kecamatan mana? Kalau mau menikah di kecamatan si wanita, maka sang pria harus membuat keterangan untuk numpang menikah di kecamatan si wanita. Setelah dari kelurahan, si pria langsung ke KUA kecamatannya dengan membawa berkas N1, N2, N4, surat keterangan belum menikah, dan pasfoto.

Beres di KUA!
Sudah selesai urusan di kelurahan, mari pindah ke KUA. Bawa berkas-berkas berikut ini:

  1. Surat Keterangan Untuk Nikah (N1)
  2. Surat Keterangan Asal Usul (N2)
  3. Surat Keterangan tentang Orang Tua (N4)
  4. Fotokopi KK
  5. Pas Foto Ukuran 2x3 4 lembar, 4x6 1 lembar
  6. Surat keterangan belum menikah (dari yang asli difotokopi saja juga ga apa kok)
  7. Fotokopi KTP wali
  8. Berkas-berkas yang sama nomor 1-6 calon pasangan
  9. Keterangan mahar
  10. Fotokopi KTP 2 orang saksi nikah

Sebisa mungkin untuk datang ke KUA ini, kedua calon mempelai datang bersama plus mahram tentunya ya. Karena setelah tanda-tangan berkas-berkas seperti Surat Persetujuan Mempelai (N3), nanti si penghulu akan memberikan beberapa petuah. Kesannya sih formalitas dan teoritis aja. Tapi buat yang bener-bener mau denger sih menurut saya ini bermanfaat. 

Omong-omong biaya di KUA ini bervariasi. Biaya yang resmi juga biasanya ngga berlaku. Jadi, silakan ditanyakan langsung ke penghulunya ya hahaha.

Yak. sekian pembahasan pertama tentang persiapan menikah. Soal berapa banyak lembar fotokopinya, pasfotonya, kalau ada yang salah atau tak dicantumkan, mohon maaf. Aseli lupa banget. Yang penting persiapkan aja sebanyak-banyaknya biar ga capek fotokopi lagi :D Semoga bermanfaat yaa

Yuk kita saling bantu :)

Yuk kita saling bantu :)

'Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I’ll give my all to you
You’re my end and my beginning
Even when I lose I’m winning
'Cause I give you all of me
And you give me all of you

Root Your Smartphone!

Berawal dari gereget karena handphone yang ngelag, loading lama, rasanya pengen dibanting dan hancur dari atas monas tapi ngga tega, akhirnya saya tega-tegain untuk nge-root si telepon yang katanya smart itu.

Root? apa itu?

Android rooting is the process of allowing users of smartphones, tablets, and other devices running the Android mobile operating system to attain privileged control (known as “root access”) within Android’s sub-system. (http://en.wikipedia.org/wiki/Android_rooting)

Root ini sering dilakukan ketika sistem android tersebut terbatas, dan si penggunanya ingian menambahkan atau mengganti sistem yang ada. Dengan kata lain, sistem yang ada di perangkat pada akhirnya sudah tidak asli lagi. Yak sama kayak kalau beli PC dengan OS nya Windows asli. Setelah bertahun-tahun dipakai dan akhirnya leleet beet, akhirnya instal ulang, jreng, bergantilah jadi OS windows terbaru versi abang-abang tukang servis komputer *meuni curcol*.

Dengan me-root sistem android yang ada di perangkat, kita bisa tuh men-downgrade atau meng-upgrade si sistem dengan menginstal custom ROM. Semisal, Samsung Galaxy W milik saya, ROM defaultnya adalah Gingerbread. Karena keterbatasan kemampuan yang dimiliki Gingerbread, dan tidak ada official updated to ICS apalagi Jelly Bean, maka saya putuskan untuk meroot saja setelah masa garansi habis. Mengapa setelah masa garansi habis? Karena dengan me-root smartphone, berarti kita telah “merusak” sistem default yang ada. Jika terjadi kerusakan atau apapun pada sistem smartphone, tentunya pihak Samsung tak mau terima klaim biarpun masa garansi masih berlaku.

Yes, saya menginstal custom ROM (CusROM) CyanogenMod (CM) 10.1 yang setara dengan Android Jelly Bean, lalu menginstal lagi Cusrom CM 11 unofficial yang setara dengan Android KitKat.

Apa itu CyanogenMod?

CyanogenMod (pronounced /saɪ.’æn.oʊ.dʒɛn.mɒd/) is an enhanced open source firmware distribution for smartphones and tablet computers based on the Android mobile operating system. It offers features and options not found in the official firmware distributed by vendors of these devices. (http://wiki.cyanogenmod.org/w/About)

Salah satu developer yang rajin dan oke banget itu adalah Arco68 (Arne Coucheron). Oh ya, kita juga bisa lho diskusi dan lihat apdetan ROM yang ada di http://forum.xda-developers.com/

The site’s main purpose is discussion, troubleshooting and development for Android, Windows Phone, WebOS, Ubuntu Touch, Firefox OS and Bada phones. The site also offers Windows Mobile and Android users general information about devices, ROM upgrades, technical support, Q&A, and reviews of device applications and accessories. (http://en.wikipedia.org/wiki/XDA_Developers)

Sebuah kalimat wajib yang harus ditanamkan saat me-root adalah DWYOR atau “Do With Your Own Risk”. Yes, kita ga tau kemungkinan terburuk saat mengutak-atik sistem itu seperti apa. Bisa saja terjadi soft brick, yaitu saat telepon stuck di bootloop, hanya muncul logo ituuu aja, ngga lanjut-lanjut. Cara benerinnya bisa dengan Flash ROM yaitu menginstal ulang ROM dengan ROM defaultnya. Atau bisa aja terjadi hard brick, telepon sama sekali ngga mau nyala. Kalau udah begini, silakan benerin sendiri atau searching di internet haha. Yang parah adalah ketika si henpon udah ngga bisa diapa-apain, yah dadah-dadah deh, beli hape baru.
Tapi sebenernya kerusakan-kerusakan itu ngga perlu terjadi kalau kita membaca dan mengikuti tutorial yang ada secara seksama. Seru loh seru! (kalau berhasil haha). Selamat mencoba ya bagi yang berminat!

Saya dapet banyak banget masukan dari sini nih:
http://fachri-base.blogspot.com/2013/06/upgrade-galaxy-w-ics-jb.html
https://www.facebook.com/groups/galwondercommunity/

Anyway, sebenernya saya juga masih super nubi kalau ngebahas beginian bahhaha. Saya coba share apa yang saya tau aja sih. Silakan dicari dan explore sendiri di internet kalau mau tau lebih lanjut. Banyak baca, banyak cari!

"Di saat kita terpisah oleh jarak, terpisah tidak bisa bertemu
Aku memohon kepada Allah untuk menjaga belahan jiwaku dengan doa yang tulus dari hati.
Mengapa doa harus tulus dari hati?
Karena saat mata tidak mampu menatap
Lidah tak dapat berucap
Telinga yang tidak mampu menangkap pesan
Hidung yang tak mampu merasakan hawa kehadiran
Dan jemari yang tidak dapat merasakan hangatnya sentuhan,
Tetapi hati mampu merasakan setiap keadaan orang yang ada dalam doa dan pikiran.”

Itu seperbagian dari surat yang diberikan si abang Arief ke saya. Ceritanya ini sebagai surat balasan atas surat yang pernah saya berikan sebelumnya, dan sebagai pengobat rindu saat menunggu pesawat selama 3 jam.

Mau kemana? Ah ya. I’m heading to Kuantan, Malaysia, accompanying si abang for his work there (baca: GUE GA BISA DITINGGAL BANGET. BISA NANGIS DARAH SENDIRIAN DI RUMAH NANTI HUHU). Karena satu hal tertentu, akhirnya kami berpisah di penerbangan pertama, yaitu Jakarta-Kuala Lumpur. Dan saat tulisan ini dibuat, saya sedang menunggu tinggal 1 jam lagi sebelum doi sampai di bandara.

Yeh. Tapi bukan itu intinya. Tapi dengan baca suratnya si abang, bukannya jadi pengobat rindu, MALAH JADI NANGIS BANJIIR HUEEEE.

Dua bulan ini mulai terasa lah bagaimana naik turunnya suatu hubungan. Meskipun grafik turunnya cuma bertahan sebentar (alhamdulillah!), lalu melesat naik lagi. Semoga selalu seperti ini aamiin.

Kami masih punya mimpi jauh ke depan. Rencana baru tertuang di atas kertas dan lisan. Ada beberapa yang dalam proses. Meskipun saya ngga tau akan seperti apa kehidupan nanti, selama dua orang saling mendukung satu sama lain, insyaAllah we go for it. Bismillah.

Abaaaang cepatlah dataaang~. Kaki ane udah kesemutan nunggu ente gan!


Sepang, 8 Juni 2014 17:44

Tags: dailylife

Kontradiktif

Well, twenty something is really something, as being an adultdont-wanna-mention-it-yet-im-still-a-teenager-you-wish-haha–. Kesibukan kerja kantoran dari hari senin sampai jumat, bangun pagi-pagi, berangkat, berkutat dengan kerjaan, di depan layar komputer, bertemu user sana sini, klien sana sini, lalu pulang dengan lelah, sampai pun langsung ambruk, memakai istilah numpang tidur di rumah ya memang itulah yang terjadi. Lalu esok pagi kembali terulang seperti itu lagi. Dan sampailah pada hari sabtu, hurray! Welcoming You, hey Weekend! Pilihannya ada dua: mau istirahat total di rumah, atau melanglang buana di luaran senang-senang dengan teman. Capek sih, tapi setidaknya setelah bertemu, pikiran jadi makin segar karena obrolan-obrolan ringan bikin ngakak.

Dan itulah yang saya lakukan kemarin.
Setelah seharian muter-muter di Islamic Book Fair –dan lagi-lagi saya butuh balik lagi kesana untuk beli buku yang gajadi saya beli kemarin–, akhirnya saya yang udah lelah tapi harus tetep ikutan, bareng Risya, Kiki, Asti, Mely, dan Noy, ngumpul di Buaran Plaza. Yes, jadi, pertemuan kemarin itu adalah yang saya tunggu-tunggu sedari jaman lebaran kodok. Nunggunya lama, ngaturnya juga susahnya setengah idup. Maklum lah, domisili tinggal udah jauh satu sama lain. Kiki di Padang masih dengan urusan coass-nya tinggal menunggu ujian kelulusan di bulan Mei, Asti di Purwokerto, coass-nya tinggal satu stase lalu selesailah tinggal ujian kelulusan juga. Noy, si nona dosen yang juga lagi melanjutkan S2 nya di Semarang. Risya, Mely, and I, we’re both together in Jakarta as buruh kantoran. Risya di perusahaan market research, Mely sebagai MT di perusahan produsen makanan, dan saya seorang rekruter di perusahaan retail. Ada di satu kota pun belum tentu bisa ikut ngumpul juga karena jadwal sehari-hari yang padatnya luar biasa –as I said before–.

Lalu mengalirlah perbincangan ala twenty something yang ngga jauh-jauh dari urusan jodoh, menikah, kerjaan, dan kehidupan lainnya. Terkadang bosen sih ya membahas yang begini-beginian. Tapi ya penting juga sih sekedar membahas update-an dari sahabat sendiri seperti apa kehidupannya sekarang.

Itu secuplikan draf blog tiga bulan lalu yang ngga sempet saya posting. Sempet kelupaan dan pas dibaca lagi, ya ampun, segitu cepatnya ya waktu berjalan. Tiga bulan lalu saya masih jadi pekerja kantoran yang bolak balik Jakarta-Tangerang berdesak-desakan di Commuter Line setiap hari. Tiga bulan lalu tensi darah drop hampir setiap hari karena persiapan ini itu pernikahan. Tiga bulan lalu masih bolak-balik menclak-menclok dari satu angkutan ke angkutan lain sendiri, berkeliling Jakarta sendiri.

Sekarang, saya menikmati kelonggaran waktu di rumah. Bangun tidur masih bisa ngulet sana sini. Karena masih tinggal sama orangtua, kerjaan juga ngga begitu banyak. Palingan nyiapin bekel makan siang suami, beres-beres kamar, sesekali nyetrika, beres-beres lemari baju, dan bikin sambel (karena kalau masak, biasanya diprotes “Cepet sih, Pit motongnya! Nyucinya! Itu jangan lama-lama digorengnya nanti gosong!” -_- alamak, ane nyerah gan).

Sekarang juga udah hampir kemana-mana ngga pernah naik angkutan umum. Selalu dianter suami tercintah dunia akherat muahaha. Ya kalo sesekali ke Alfamidi atau ke warung sendiri lah ya, Tapi ngga enaknya jadi sering mager kalau mau kemana-mana. Sering di entar-entarin yang pada akhirnya ngga jadiii sodara sodara! *apa emang dasar guenya aja yang muales dari dulu*

Hampir dua bulan ini lho…

Hm..

Ini perjalanan pertama kami!

Sungguhlah. Ngga akan pernah menyesal bisa mendatangi kepulauan di Belitung. Pantainya pasir putih, air lautnya jernih, bebas sampah (ada sih beberapa), meskipun panas menyengatnya ngga nahan dan bikin kulit gosong, tapi sungguh, kecee!

Ini nih beberapa tempat yang bisa dikunjungi di Belitung:

  • Tanjungpandan : Kota terbesar di Belitung, pusat ekonomi dan pemerintahan kabupaten Belitung, terkenal dengan wisata kuliner dan suasana bersahabat di keramaian pantai Tanjung Pendam di malam hari.
  • Tanjung Tinggi : di sini tempat berlangsungnya syuting film Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi dengan bebatuan granit raksasa tersebar di sepanjang pantai dan lepas pantai dengan air laut yang jernih dan tenang.
  • Tanjung Kelayang : Semenanjung dikelilingi pulau-pulau kecil dan batu-batu granit di ujung semenanjung dan di lepas pantai berpasir putih membentuk lengkungan sepanjang sisi semenanjung. Terdapat Batu Garuda.
  • Manggar : Kota terbesar kedua, ibu kota kabupaten Belitung Timur terletak di pesisir timur Belitung. Dulu Manggar adalah pusat tambang timah terbesar di Belitung, kini Manggar adalah kota kecil dengan berbagai objek wisata yang menarik, kota di mana film Sang Pemimpi dibuat. Manggar terkenal dengan sebutan kota dengan 1001 warung kopi. Ada puluhan warung kopi yang dijadikan tempat bersosialisasi bagi warga kota Manggar dan sekitarnya. Manggar terletak 90 km di timur Tanjungpandan, 1,5 jam dengan mobil.
  • Pulau Pasir : Sebuah pulau yang hanya terdiri atas pasir dengan ukuran sekitar 500 m2, hanya ada pada saat air surut. Dikelilingi pulau-pulau kecil dan batu granit di sekelilingnya. Pada saat air pasang, pulai ini hampir selirihnya tertutup air laut. Di sini kita bisa menemukan banyak bintang laut merah muda dengan ukuran jumbo! (Sebut saja Patrick! haha)
  • Pulau Burung : Pulau eksotis dengan batu besar berbentuk kepala burung di wilayah kampung nelayan Tanjung Binga.
  • Pulau Lengkuas : Pulau kecil dikelilingi 2 pulau kecil lainnya berbatu granit dan gundukan pasir putih membentuk semenanjung, pulau terluar di utara Belitung, ditandai dengan Mercusuar setinggi 18 lantai / 60 meter dibangun pada tahun 1882. Di sini kita bisa menikmati gradasi warna laut dengan kombinasi objek pulau, batu granit, dan perahu dari atas mercusuar. Kita juga bisa snorkeling hanya beberapa meter dari lepas pantai dengan pemandangan bunga karang hidup.
  • Batu Berlayar : Sebuah pulau pasir, dimana tersusun batu-batu granit besar di atas pulau dan perairan di sekitarnya. Dinamakan Batu Berlayar karena terdapat batu berdiri tegak memanjang seorang-olah seperti layar. Perlu waktu 10 menit dengan boat dari Tanjung Kelayang untuk ke tempat ini.
  • Museum Kata Andrea Hirata : Disinilah katanya dulu tempat tinggal sang penulis buku Laskar Pelangi. Quotation dari karya-karya Andrea Hirata seperti Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov, dan Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas terpampang manis di dinding-dinding rumah. Belum lagi beberapa buku Laskar Pelangi yang diterjemahkan ke sejumlah bahasa. Bikin mupeng!

Dan masih ada lagi beberapa tempat yang belum dituliskan. Silakan mengeksplor sendiri kalau kesana mehehehe. Selamat jalan-jalan! :D

*note: nyomot info dari bookletnya belitungisland.com

"Love is silly. Like, really. She forgives you after your stupid mistake. After you hurt her so much. After you’re being judgmental on her. After you mistreated her so bad. She don’t give up on you even when you think of yourself as some piece of crap, unworthy of anything good. You are broken as hell, yet she still accepts you. There is no logic in that. Nothing at all. Love, be it from a lover, a mother, or a teacher, is the most confusing thing in the world. Like, seriously."

— Harun Suaidi Isnaini

Tags: quote

"…hobi (baru) kami travelling bareng, dan… selfie." —ARS

*pardon our faces*
*pengennya sih ngepost ini biar kangennya ilang. tapi malah tambah kangen. alamaak. kakaknyaaa pulang kaaak pulaaang woooy*

Menikah!

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Ba’da tahmid dan tasbih.


Finally, I’m a married woman, guys. Haha.

Kenapaaa? Ada apaa? Kok tiba-tiba udah nikah aje luu?
Prosesnya cepat, menurut saya cepat. Berulang kali saya berusaha menyesuaikan, mengganti, mengubah rencana hidup beberapa tahun ke depan dalam waktu yang sangat singkat. Like a flash, like a bouraq (lebay sih kalau yang ini). Sungguh, manusia hanya bisa merencanakan, dan Allah yang punya keputusan pastinya. Tapi tak ada penyesalan untuk bisa merasakan hal itu. Alhamdulillah.

Saya bertemu dengannya di salah satu lembaga nonprofit bernama Syamsi Dhuha Foundation (SDF) di bulan Maret 2013. Waktu itu saya datang ke sana karena menghadiri ajakan teman sekampus, sebut saja A, yang jadi volunteer di lembaga tersebut. Katanya sih mereka lagi mau mengadakan satu acara besar tentang lupus, dan saya diminta untuk ikut bantu membuat poster informasi di acara tersebut. Singkat cerita, saya bekerja tidak sendirian, tapi ada 4 orang lain di satu tim saya, yaitu tim pameran. Salah satunya si akhi ini *malu*.

For the first time, saya yang memang orangnya super cuek, ya biasa aja. Kenalan sekilas, lalu lanjut mengerjakan tugas yang lagi asik saya pantengin di depan laptop. Saya ngga tahu kalau ternyata pertemuan tersebut menimbulkan rasa dari mata ke hati *geer lu!*

Sekitar 1 minggu setelah kenalan super singkat, kira-kira 5 detik lah ya, saya dapet kabar menghebohkan bin shocking sodaa. Si temen saya A itu menanyakan kepada saya tentang kesediaan bertaaruf. Katanya sih mau ada yang ngajak saya taaruf. Ah men! Di saat kepala dan hati saat itu yang kalut marut tak ada yang lain selain skripsi tercinta yang ngga kelar-kelar, akhirnya saya menolak bertaaruf saat itu juga. Saya juga masih punya banyak pertimbangan untuk melanjutkan studi dan karir terlebih dahulu. Saya juga ngga mau menggantungkan seseorang karena terlalu lama menjawab tawarannya. Digantung ga enak cyin! Pada saat itu saya juga belum tau siapa orang yang mengajak saya bertaaruf. Ini orang darimana asalnya bisa ujug-ujug kenal saya, ini orang kenapa juga bisa berani langsung mau taaruf sama saya, ini orang siapa deh.

Yaa meskipun menolak bertaaruf, diam-diam saya juga penasaran setengah idup. Dan satu-satunya orang yang saya “curigai” sebagai oknumnya adalah si akhi yang berkenalan waktu itu. Tapi teteup sih, skripsi mengalihkan duniaku (waktu itu hahaha).

Nah, lalu waktu berjalan. Sampai acara besar SDF hampir tiba, 3 hari saya habiskan di kantor dan tempat acara. Pastinya deh ya saya ketemu terus deh ni sama orang-orang di 1 tim kerja pameran, which means ketemu si akhi. Setelah dilihat-lihat gerak-geriknya, tingkah lakunya *eh bukan maksudnya merhatiin dari atas kepala sampe kaki berlama-lama ya -_-*, saya pikir akhi ini oke juga. Santun, sholatnya tepat waktu dan di masjid, dapat diandalkan, siap sedia jika minta bantuan, makannya juga teratur *lah*. Tapi saya tetap berusaha untuk jaga hati, jangaaan sampe ada setan diem-diem merasuk ke jiwa raga *HOAAH lalu jadi jin tomang* *apasi* *lalu si akhi ilfil liat gue begini*

Oke lalu acara selesai.

Setelah itu mungkin interaksi kami jadi lebih sering dari sebelumnya. Saya sih menganggapnya sebagai senior yang lumayan tau banyak soal SDF daripada saya. Dan berhubung si akhi ini ketua tim saya, dan saya sering ngga bisa dateng rapat besar, jadi saya sering tanya ke grup WA tim pameran dan yang sering bales ya si akhi.

Waktu itu pula, si akhi lagi pasang foto avatar doi di gunung. Karena saya orangnya gampang terenyuh dengan gunung dan pemandangan, jadi saya iseng tanya-tanya soal latar belakang si foto. Ternyata si akhi anak gunung! Ngga terlalu sih, tapi setidaknya doi suka jalan-jalan! Lalu mulai runtuhlah satu persatu hati saya haha.

Dari obrolan yang ada saya melihatnya si akhi adalah orang yang humoris dan asik banget diajak diskusi ini itu. Semua nyambung. Makin runtuhlah saya.

Mungkin di situ momen “klik” nya. Saya bisa dibilang sangat jaraaaaaaang sekali bisa secepat itu bisa klik dengan orang lain, apalagi lawan jenis. Biasanya kalau saya merasa ngga cocok dengan obrolan yang ada, saya tinggalin aja gitu, sampai orangnya bosen sendiri. Hahaha. Tapi yang ini ngga. Membahas berbagai topik rasanya ngga ada bosennya. Duh. Ngeri juga sih sebenernya. Saya takut ngga bisa jaga hati dan mungkin malah jadi negatif. Akhirnya saya berusaha sekali untuk berkomunikasi di saat yang penting.

And the day was came.
Terhitung sejak 3 bulan bertemu, akhirnya si akhi menawarkan kembali untuk bertaaruf dengan saya. Kali ini mediatornya berbeda, salah satu ibu yang ada di tim kami. Awalnya si ibu tidak memberitahu kepada saya siapa orang yang meminta saya untuk bertaaruf. Dan setelah saya mengiyakan untuk bertaaruf, beliau sanpaikan siapa orang tersebut. Benarlah si akhi ini.

Sejujurnya setelah pertama kali mendapat tawaran taaruf, saya jadi berpikir banyak tentang menikah. Pertanyaan paling eksis muncul adalah: “Sudah siapkah saya untuk menikah?”. Lalu apa saya sudah berbuat maksimal untuk orangtua saya? karena selanjutnya kewajiban saya paling atas setelah Allah dan RasulNya berpindah ke suami. Bagaimana dengan adik-adik saya nanti? Apa saya sudah siap menjadi istri dan ibu yang baik nanti? Apa saya sudah siap dengan segala kehidupan manis pahit pernikahan nanti? Dan sederet pertanyaan lainnya.

Memang saat-saat seperti itu paling baik dilaporkan langsung kepada yang Maha Pembolak-balik Hati. Yang Paling Tahu apa isi hati manusia, yang paling baik untuk manusia. Jadilah akhirnya Allah memberikan kemantapan hati untuk siap bertaaruf.

Ohya. Sejujurnya waktu pertama kali mendapatkan tawaran untuk taaruf dengan “curigaan si oknum akhi”, saya sempat mikir berat hati untuk “melepaskan” orang berkualitas oke semacam doi. Mana ada lagi kali lelaki sholeh yang mau ngelamar anak begajulan macem ini, petantang petenteng macem kuli, pikir saya waktu itu gitu hahaaha. Tapi seorang teman pernah berujar, kalau jodoh mah ngga kemana. Dan itu memang pepatah lama yang ngga ada matinye! Buktinya dalam waktu 3 bulan, si akhi masih setia menunggu saya *apa emang ga dapet-dapet calon lain? haha* dan kembali menawarkan pada saya.

Hingga pada bulan November, ia dan keluarganya kemudian datang ke rumah dan secara resmi melamar saya. 

Sekarang sudah terhitung lebih dari 2 minggu kami menikah di tanggal 12 April 2014. Mungkin prosesnya lebih lama dibanding proses taaruf kebanyakan yang dalam 3 bulan sejak bertemu sudah resmi memegang buku nikah. Tapi secara keseluruhan, proses yang kami jalani berjalan dengan sangat mulus. Mungkin beberapa kendala dan hal yang tidak mengenakkan tetap ada, tapi tak begitu mempengaruhi.
Buat saya selama dua minggu menjalani hari-hari sebagai seorang istri, rasanya campur aduk sekali. Saya terbiasa dengan perlakuan over protective dari ayah saya, seperti dihubungi tiap waktu menanyakan dimana saya berada, diperlakukan layaknya anak gadis teristimewa. Yang sekarang, hampir sama, tapi berbeda. Suatu perbedaan yang mungkin sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata, tetapi menyenangkan.

Bocah setengah macho yang terbiasa pergi kemana-mana sendiri dan masa bodoh dengan dirinya ini, sekarang jadi “lemah”. Sulitnya membiasakan diri membuat teh manis atau jahe hangat setiap pagi dan atau ia pulang kantor. Sampai beberapa kali dimarahi mama karena lupa menemani suami makan, sementara saya asik di kamar bermain laptop atau handphone. Beberapa kali diingatkan teman untuk memoles wajah dengan sedikit kosmetik biar ngga terlalu polos. Itu sulit sebenarnya. Saya yang jadi “lemah” karena setiap berjalan beringingan harus digenggam tangannya yang hangat, lalu hati saya berulang kali berdesir lembut. Saya yang jadi “lemah” karena memandang teduh wajahnya terlalu lama. Saya yang jadi “lemah” karena jantung berdegup kencang setiap ia pulang dari bekerja, terlalu rindu, dan kembali malu melihat wajahnya. Saya yang jadi “lemah” setiap kali mendengar alunan surat Al-Mulk yang ia bacakan setiap akan tidur. Dan senyum saya yang jadi selalu merekah setiap melihat ia ada di sisi setiap bangun pagi.

Kalau kata seorang teman, sehabis menikah itu senangnya hanya 1%. 99% nya lagi senaaaaang sekalii. Kalau kata penghulu nikah saya, menikah itu nikmatnya hanya 1%, 99% nya lagi nikmaaaat sekalii. Well, I agree with that.

Teruntuk Tuan Arief Rachman Saputra,
Terima kasih sudah hadir. Sungguh, kasih sayang Allah semoga selalu bersama kita.

image

Tags: nikah!